BSI Resmi Sandang Status Persero dan Perkuat Sinergi Strategis


 JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memasuki babak baru dalam sejarah korporasinya. Terhitung sejak akhir Januari 2026, BSI resmi menyandang status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama resmi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Perubahan status ini menyusul pengalihan kuasa perseroan dari pemerintah kepada PT Danantara Asset Management (Persero). Meski kini tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Bank Mandiri, komposisi saham Bank Mandiri sebagai pemegang saham mayoritas (51,47%) tetap stabil dan tidak memengaruhi operasional perusahaan.

Di tengah transisi besar ini, BSI terus tancap gas memperluas jangkauan layanan fisiknya. Salah satu langkah nyatanya adalah pembukaan kantor cabang baru di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta. Kehadiran cabang di pusat perbelanjaan ini mengusung konsep one stop solution, yang memadukan kenyamanan layanan perbankan fisik dengan kecanggihan digital melalui aplikasi BYOND by BSI. Langkah ini diambil untuk memastikan nasabah tetap mendapatkan akses mudah di tengah tingginya aktivitas masyarakat di pusat keramaian.

Sinergi dengan organisasi kemasyarakatan juga semakin erat. BSI kini memfasilitasi 16 juta anggota Muhammadiyah untuk membayar iuran anggota secara praktis melalui fitur "Iuran Muhammadiyah" di aplikasi BYOND. Kolaborasi ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi juga mencakup pengelolaan aset digital organisasi yang lebih modern dan inklusif. Selain itu, BSI memperkuat peran strategisnya di level nasional melalui pertemuan dengan Kementerian Pertahanan untuk membahas peluang kerja sama layanan keuangan bagi prajurit serta dukungan pemulihan pascabencana.

Di sektor pembiayaan, BSI mencatatkan performa gemilang lewat produk BSI Griya. Sepanjang tahun 2025, total pembiayaan perumahan menembus angka Rp69,98 triliun. Menariknya, tren ini didominasi oleh generasi muda (Gen Z dan Gen Y) yang mengincar rumah di kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Dengan skema margin tetap hingga lunas dan bebas denda, BSI kini kokoh berada di posisi enam besar penyalur pembiayaan perumahan nasional.

Kabar Industri Perbankan & Regulator

Kabar positif juga datang dari regulator, di mana Bank Indonesia (BI) memberi sinyal akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2026. Di sisi lain, OJK tengah merampungkan proses perubahan status Bursa Efek Indonesia menjadi Perseroan Terbatas (demutualisasi) yang ditargetkan selesai pada semester I-2026. Sementara itu, bank nasional lain seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA juga melaporkan optimisme pertumbuhan kredit dan rencana aksi korporasi yang kuat untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama