TEHERAN – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali dimanifestasikan melalui aksi simbolis yang dramatis. Dalam perayaan HUT ke-47 Revolusi Islam Iran yang berlangsung di Teheran pada Rabu (11/2/2026), massa demonstran membakar sebuah patung besar yang diidentifikasi sebagai Ba'al, sosok yang sering diasosiasikan dengan penyembahan berhala kuno atau figur setan dalam narasi religius.
Aksi ini menarik perhatian dunia internasional karena penggunaan simbol yang tidak biasa dalam demonstrasi politik tradisional. Berikut adalah rangkuman fakta di balik peristiwa tersebut:
Pesan Politik di Balik Simbol Agama
Patung yang dibakar tersebut digambarkan sebagai sosok bertanduk dengan atribut yang secara eksplisit menyerang identitas politik lawan. Pada bagian tubuh patung, terlihat simbol Bintang Daud, yang menunjukkan bahwa pemerintah dan demonstran Iran menggunakan figur "Ba'al" sebagai personifikasi dari negara Israel dan sekutunya.
Para orator di lokasi menyatakan bahwa pembakaran ini merupakan pesan kepada dunia bahwa Iran menentang apa yang mereka sebut sebagai "hegemoni setan" atau pengaruh Barat yang dianggap merusak tatanan moral dan politik di kawasan tersebut.
Konteks Eskalasi Regional
Pakar politik Timur Tengah menilai aksi ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan respons atas beberapa hal:
Sentimen Anti-Israel: Meningkatnya ketegangan di perbatasan dan retorika perang yang kian memanas.
Narasi "Satanisme Global": Memanfaatkan tren teori konspirasi global yang belakangan populer di media sosial guna menarik simpati dari publik internasional yang kritis terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Reaksi Publik dan Internasional
Sementara media pemerintah Iran memuji aksi tersebut sebagai bentuk "kesadaran spiritual dan politik," beberapa pengamat internasional melihatnya sebagai bentuk propaganda yang dirancang untuk memperkuat dukungan domestik di tengah tekanan ekonomi yang melanda Teheran.
Di media sosial, video pembakaran ini viral dengan berbagai narasi. Namun, para ahli memperingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi yang mengaitkan peristiwa ini dengan ritual gaib, karena esensi utamanya adalah demonstrasi kekuatan politik dan diplomasi publik.
Analisis Singkat: Pilihan simbol "Ba'al" menunjukkan pergeseran gaya komunikasi politik Iran yang kini lebih berani memadukan metafora kuno dengan isu modern untuk menciptakan dampak visual yang kuat di era digital.
Posting Komentar